Senin, 15 Juni 2015


Tugas                                                                                      Dosenpengampu
STR                                                                                         Dra.Nursal.M,Si


KEANEKARAGAM  PAKU-PAKUAN DI KAWASAN ARBORETUM UNIVERSITAS RIAU




Oleh:
Emy saputri
1405111620



PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIFERSITAS RIAU
2015







1.     Angiopteris avecta
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
Kelas: Marattiopsida
Ordo: Marattiales
Famili: Marattiaceae
Genus: Angiopteris
Spesies: Angiopteris avecta

Pada umumnya akar paku-pakuan adalah serabut yang bercabang-cabang secara dikotom, tetapi ada pula yang bercabang monopodial atau tidak bercabang. Akar Angiopteris evecta berupa akar rimpang pendek, berdaging, besar, tegak, membentuk rumpun sampai tinggi 1 m dan diameter 0,5-1 m. Angiopteris evecta merupakan tumbuhan paku terestrial yang sangat besar dengan morfologi batang tegak dan kokoh. Angiopteras evecta berdaun majemuk ganda 2 dan tersusun rapat di ujung akar rimpang, bagian pangkal membengkak dengan sepasang stipula yang bentuknya membundar. Majemuk ganda 2, permukaan atas hijau gelap, permukaan bawah lebih terang. Tangkai anak daun membesar di bagian pangkal. Anak daun jorong-lanset, tangkai bergerigi dangkal, tulang daun tunggal/bercabang.


2.      Asplenium nidus
                 Kingdom      : Plantae
                Division : Pteridophyta
                Class : Polypodiopsida
                Ordo : Polypodiales
                Family : Aspleniaceae
                Genus : Asplenium
                Species : Asplenium nidus

     Terestrial, paku epifit pada pohon tinggi, Tumbuh tersebar di seluruh kawasan yang diamati mulai 1.060-1.240 m dpl. Tumbuh epifit di batang pohon yang telah ditebang sampai di ranting pohon besar. Secara umum tumbuhan ini banyak ditemukan baik di dataran rendah maupun daerah pegunungan sampai ketinggian 2.500 m dpl., sering menumpang di batang pohon tinggi, dan menyukai daerah yang agak lembab dan tahan terhadap sinar matahari langsung. Tanaman ini tersebar di seluruh daerah tropis.

3.      Stenochlaena palustris
Kingdom      Plantae
Division       Traeophyta
Class         Polypodiopsida
Order         Polypodiales
Family       Blechnacea
Genus        Stenochlaena
Species     Stenochlaena palustris
Stenochlaena merupakan tumbuhan paku epifit; dengan rhizome yang memanjat, berwarna hijau, terdapat sisik pada ujungnya, bentuknya tidak dorsoventral; sisiknya peltatus, dengan tepi yang tidak rata, Stipe tidak digabung dengan rachis. Frond berupa pinnatus sederhana, sehingga frond dimorphic. Pinnae lateral digabung ke rachis, frond yang steril sering berada pada tepi; dan yang fertile lebih sering pada hampir linear dengan spora yang menutupi permukaan bawah, bersifat coriaceous; vena membentuk costal areolar, dan vena yang lain bebas. Ini merupakan genus tropisdari empat spesies dari afrika ke Polynesia.    

4.     Gleichenia linearis
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
     Divisi: Pteridophyta (paku-pakuan)
     Kelas: Gleicheniopsida
     Sub Kelas: Gleicheniatae
     Ordo: Gleicheniales
     Famili:
Gleicheniaceae
     Genus:
Gleichenia
     Spesies: Gleichenia linearis
Paku Andam (Gleichenia lineari)

         Tumbuh melilit dan bercabang seperti garpu , Tumbuh hingga 2.800 mdpl,  Tinggi mencapai 3 – 10 kaki, Akar rimpang yang tumbuh di dekat permukaan tanah keluar batang yang keras yang  tumbuh keatas. Nama ilmiah Gleichenia linearis dan nama lain dari tanaman ini yaitu Paku Rasam, Suku gleicheniaceae. Andam merupakan jenis Pteridophyta (paku-pakuan) besar yang biasa tumbuh pada tebing-tebing di tepi jalan di pegunungan. Andam banyak tumbuh di tempat-tempat teduh, lembab, dan subur di daerah tropis dan subtropis. Tingginya dapat mencapai 3 – 10 kaki. Paku-pakuan ini tumbuh melilit dan bercabang seperti garpu. Akar rimpangnya tumbuh di dekat permukaan tanah dan keluar batang keras yang tumbuh keatas. Tumbuhan ini mudah dikenal karena peletakan daunnya yang menyirip berjajar dua dan tangkainya bercabang mendua (dikotom). Pada permukaan bawah daunnya terdapat stomata atau bintil-bintil yang berfungsi sebagai alat pernapasan.


5.     Cyathea  Sp
Kingdom  ;Plantae
Divis          ; Pteridophyta
Classles     :Ptosporongiopsida
Subclass    : Leptosporongiopsidae
Ordo          : Filicales
Famili        :Cyatheaceae
Genus        : Cyathea
Spesies      : Syathea sp

banyak dijumpai di daerah tropika dan sub tropika. Paku ini mempunyai akar berserabut dan dilindungi kaliptra. Paku ini mempunyai batang yang kuat, maka sering digunakan sebagai bahan bagunan.Tinggi batang dapat mencapai 15 meter dengan diameter antara 25-50 cm. pada paku tiang (Alsopila sp. dan Cyathea sp.). Batang tersebut kebanyakan berupa akar tongkat (Rhizoma). Tipe berkas pembuluh angkut batang sama dengan akar, yaitu tipe konsentris. Daun besar dan panjangnya dapat sampai beberapa meter, biasanya berupa daun majemuk menyirip ganda.Sporangium terdapat didalam sorus yang terletak di permukaan bawah daun.Sorus berbentuk bola, termasuk tipe gradatae, tetapi beberapa jenis menunjukkan peralihan tipe mixtae.Sorus dapat dilindungi oleh indusium atau tidak.

Rabu, 20 Mei 2015

PERKEMBANGAN ANAK

  Perkembangan adalah perubahnya pola fikir anak,fungsi tubuh yang beraturan dan bertahap menjadi lebih matang ini merupakan hasil dari pematangan.

priode perkembangan anak:
* 0-2 tahun di sebut tahap bayi
* 2-11  tahun di sebut tahap kanak-kanak
* 12-19 tahun di sebut tahap remaja
* 20-35 tahun di sebut tahap awal dewasa
* 35-60 tahun di sebut tahap pertengahan dewasa
* 60- seterusnya di sebut tahap dewasa ahir

tahap perkembangan anak:
 
7 tahun perta(0-7) anak di lakukan sebagai raja, hal ini karena masa perkembangan ini anak masih mencari tahu apa apa saja yang ada di sekitarnya atau tahap perkenalan lingkungan, barang barang yang ada di sekitarnya dan pada tahap ini anak masih suka bermain, maka sebab  itu pada tahap ini perkenalkanlah anak anak pada hal-hal dan barang barang yang semestinya dia kenal. tahap ini pula anak akan meniru apa saja yang dia lihat dan dia dengar oleh sebab itu sebaiknya orang-orang dewasa di sekelilingnya harus berhati hati dalam berbicara dan bertindak.

7 tahun kedua(8-14) anak sebagai pembantu(di beri perintah) pada tahap ini sebaiknya anak mulai di berikan perintah atau mulai di ajarkan membantu sesama, orang tua dll. hal ini di lakukan karena untuk memberi rasa tolong menolong, oleh sebab itu maka sebagai orang dewasa kususnya orang tua jika memberikan perintah jangan sampai berahir dengan imbalan hal tersebut bisa membuat anak jika di beri perintah jika tidak ada imbalan dia tidak akan mau mengerjakanya, hal tersebut akan membawa hal buruk pada anak tersebut.

7 tahun ketiga(15-20) anak mejadi seseorang yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. pada tahap ini anak wajib di berikan tanggung jawab dan di latih untuk melakukan musyawarah dalam mengambil suatu keputusan. hal ini berguna agar anak memiliki rasa tanggung jawab di dalam dirinya dan agar anak tidak merasa di perlakukan sebagai anak-anak dengan melibatkan dia dalam musyawarah yang di lakukan. pada tahap ini anak harus di bimbing agar anak tidak salah langkah dalam tugas tanggung jawab yang dia pegang, karena tahap ini anak rentan terpengaruh oleh teman-teman atau hal-hal buruk di lingkunganya.

persentase daya tangka kecerdasan/kepintaran:
0-4 tahun merupakan umur yang sangat besar daya serap sehingga anak mendapatkan menambah kecerdasanya sebanyak 50% maka dari itu para orang tua sebaiknya ketika anak-anak pada tahap ini sebaiknya beri hal-hal yang dapat memberikan atau menambah kecerdasan anak.

5-8 tahun pada tahap atau umur ini merupakan tahap kedua yang memiliki besar persentase dalam menambah kecerdasan seorang anak yaitu 30%.

8-18 tahun pada tahap ini merupakan tahap terahir dalam menambah daya kecerdasan seorang anak yang memiliki besar persentase sekitar 20%.

19 dan seterusnya merupakan umur dimana seseorang tidak lagi menambah kecerdasan yang di milikinya melainkan pada tahap ini seseorang mencari pengalaman atau menambah pengalaman yang sudah di dapatnya.

Sabtu, 09 Mei 2015

 

BAKTERI

 

PENGERTIAN BAKTERI
Bakteri merupakan organisme uniseluler,prokariotik(tidak mempunyai membran inti sel), tidak memiliki kloroplas, memiliki ukuran bervariasi antara 1s/d 5 mikron dan hidup bebas atau parasit.
akteri memiliki tiga bentuk dasar yaitu coccus, basil dan spiral.bentuk tubuh ini dapat di jadikan sebagai salah satu dasar dalam pengklasifikasikan bakteri. Dalam kondidi tertentu banyak bakteri dapat mengalami satu perubahan yang berbeda dengan bentuk dasarnya, perubahan ini disebut dengan inovolisi. Beberapa bakteri mempunyai alat gerak seperti flagel.
cara yang paling umum dipakai adalah dengan menggunakan teknik pewarnaan. fungsi perwarnaan adalah untuk memberi warna pada sel, membedakan bakteri yang satu dan yang lainya serta untuk mengtahui sifat bakteri tersebut. pewarnaan yang umum dipakai adalah pewarnaan negative, pewaarnaan sederhana, pewarnaan bertingkat( pewarnaan gram dan pewarnaan tahan asam).
pewarnaan negatif merupakan perwarnaan bakteri yang hanya mewarnai latar blakangnya sehingga bakteri terlihat transparan. pewarnaan sederhana yaitu pewarnnaan bakteri dengan menggunakan satu macam zat saja seperti methilen blue. pewarnaan bertingkat merupakan perwarnaan yang menggunakan berbagai zat warna.

pewarnaan negatif yang di gunakan yaitu tinta cina, zat warna ini di gunakan untuk memberi latar belakang dari sel-sel mikroa namun tidak berpengaruh terhadap mikrobanya.

zat warna yang di gunakan pewarnaan positif yaitu methylen blue yang berfungsi memperlihatkan dan memperjelas kontrak antar sel dan latar belakang sehingga  dapat memperttajam bentuk dari sel sel mikroba itu sendri.

bentuk bakteri yang dapat di temukan pada perwarnaan asam yaitu bakteri berbentuk basil, berwarna ungu struktur dinding tebal dan lebih rentang terhadap senyawa penisilin.

bentuk bekteri yang di temukan pada pewarnaan basa yaitu berbentuk coccus, berwarna kuning , struktur dindingnya tipis dan kurang rentan terhadap senyawa penisilin.